Abstract :
Permasalahan kualitas bandwidth pada suatu jaringan sering terjadi, hal
tersebut dikarenakan belum menerapkan Quality of Service secara optimal. Tanpa
adanya manajemen user dan manajemen bandwidth maka akan mengakibatkan
terjadinya permasalahan pada bandwidth yang diterima oleh end-device pada suatu
jaringan. Untuk meminimalkan masalah kualitas bandwidth pada suatu jaringan
maka perlu diterapkan manajemen user dan manajemen bandwidth menggunakan
mikrotik hotspot monitor (mikhmon), agar mendapatkan hasil QoS yang baik maka
perlu melakukan pengujian terhadap kualitas bandwidth yang digunakan dengan
beberapa parameter pengujian yaitu : throughput, delay, jitter, dan packet loss.
Hasil dari analisis perhitungan QoS yang didapatkan sebelum dan sesudah
menerapkan mikrotik hotspot monitor (mikhmon) dengan penilaian rata-rata dari 10
kali pengujian yaitu pada parameter throughput didapatkan hasil sebelum
menerapkan mikhmon sebesar 23,78 Kbps dan setelah menerapkan mikhmon
sebesar 44,66 Kbps, sedangkan untuk delay sebelum mikhmon sebesar 2,03 ms dan
hasil setelah menggunakan mikhmon sebesar 0,58 ms, untuk hasil jitter nilai yang
didapatkan sebesar 2,45 ms dan hasil setelah menerapkan mikhmon sebesar 1,00
ms, untuk nilai packet loss sebelum menggunakan mikhmon sebesar 3,51 % dan
setelah menggunakan mikhmon sebesar 2,65 %.
Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan bahwa hasil pengujian pada
parameter yang telah ditentukan menunjukan dengan penggunaan mikhmon
manajemen user dan manajemen bandwidth dapat meningkatkan nilai Quality of
Service (QoS) dari jaringan sebelumnya serta penerapan manajemen user dan
manajemen bandwidth menggunakan mikhmon telah berhasil memaksimalkan
bandwidth, sehingga kualitas layanan bandwidth menjadi meningkat