Abstract :
Kedelai merupakan tumbuhan kacang ? kacangan yang digunakan sebagai
bahan dasar pembuatan tempe. Oleh karena itu dibutuhkan kedelai yang memiliki
kualitas baik agar produk tempe yang dihasilkan juga baik. kualitas kedelai dapat
dikategorikan menjadi tiga yaitu kualitas baik, kulitas sedang, dan kualitas buruk,
penentuan kualitas kedelai dapat berdasarkan dari ukuran, warna dan bentuk
kedelai. Pendeteksian kualitas kedelai juga dapat dilakukan dengan menggunakan
citra suatu kedelai dengan memanfaatkan nilai ciri yang dimiliki kedelai seperti
ukuran warna dan bentuk yang dimiliki oleh citra kedelai. Dalam penelitian ini
untuk mendeteksi suatu kualitas kedelai menggunakan Fuzzy C-Means dan Neural
Network. Fuzzy C-Means digunakan untuk melakukan proses segmentasi yaitu
melakukan spemisahan objek utama dengan objek yang tidak digunakan agar pada
saat melakukan ekstraksi ciri dapat didapatkan nilai yang baik. setelah proses
segmentasi dilaksanakan proses selanjutnya ialah melakukan ekstraksi ciri pada
citra kedelai yakni mengambil nilai seperti ukuran, bentuk, tekstur, dan warna yang
terdapat pada citra kedelai. Kemudian selanjutnya dilakukan proses klasifikasi
menggunakan metode Neural Network. Citra yang digunakan dalam melakukan
identifikasi sebanyak 180 dimana 150 citra kedelai sebagai pelatihan dan 30 citra
kedelai sebagai pengujian. Hasil yang didapatkan dalam melakukan kombinasi
antara metode Fuzzy C-Means dan Neural Network cukup baik.