Abstract :
Perekonomian Indonesia saat ini sedang mengalami penurunan dari segi pendapatan
maupun penjualan dikarenakan sebagian besar masyakarat Indonesia mengandalkan
dari sektor perdagangan, sektor pertanian, dan sektor-sektor usaha kecil lainnya yang
terdampak akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah berupaya
mengoptimalkan kondisi perekonomian melalui pemberdayaan UMKM dengan Kredit
Usaha Rakyat (KUR). KUR merupakan program prioritas pemerintah dalam mendukung
UMKM berupa kebijakan pemberian kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi
kepada debitur individu/perseorangan, badan usaha, dan/atau kelompok usaha yang
produktif dan layak, namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan
belum cukup. Penelitian ini bertujuan untuk menguji variabel produk, harga, lokasi,
promosi, karyawan, proses layanan, dan sarana fisik terhadap keputusan nasabah
dalam memilih Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Kemiling. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling
dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis
regresi berganda. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa produk,
harga, lokasi, promosi, karyawan, proses layanan, dan sarana fisik berpengaruh
signifikan terhadap keputusan nasabah dalam memilih Kredit Usaha Rakyat (KUR) di
BRI Unit Kemiling. Sedangkan secara parsial, harga, lokasi, proses layanan, dan
sarana fisik berpengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah dalam memilih
Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Kemiling. Lalu, produk, promosi, dan
karyawan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah dalam memilih
Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Kemiling.