Abstract :
Identifikasi merupakan kegiatan untuk mencari, menemukan, menentukan atau
menetapkan identitas, mencatat data dan informasi (orang, benda dan sebagainya)
dari kebutuhan lapangan. Mata merupakan salah satu organ tubuh yang sangat
penting bagi mahkluk hidup tentunya bagi manusia dan memiliki jenis dan bentuk
yang berbeda. Terbatasnya jumlah tenaga kesahatan atau tenaga medis dapat
dibantu dengan keberadaan sebuah teknologi, tanpa bermaksud menggantikan
pakar atau spesialis ahli mata. Untuk memudahkan para pakar atau ahli
perkembangan teknologi citra digital dan Algoritma klasifikasi dapat digunakan
dalam proses identifikasi pola penyakit mata. Diperlukan sebuah tools yang dapat
mengidentifikasi dengan baik. Dalam penelitian pengenalan pola ini
menggunakan metode Transformasi Wavelet merupakan fungsi matematika yang
dapat membantu dalam menjabarkan gambar asli menjadi gambar dalam domain
frekuensi. Sedangkan untuk pengklasifikasi data atau citra menggunakan metode
Naïve Bayes metode ini banyak digunakan untuk klasifikasi karena tidak
membutuhkan jumlah yang banyak untuk mengetahui jenis-jenis atau kelompok
yang telah di olah oleh program dalam kasus ini kedua metode sangat membantu
dan menghasilkan hasil yang akurat dan tepat pada pola penyakit mata katarak
glaukoma dan uveitis. Jumlah data yang digunakan pada penelitian ini sebanyak
55 yang terdiri dari penyakit katarak sebanyak 25 data, penyakit glaukoma
sbanyak 13 datadan penyakit uveitis sebnayak 17 data. Pada penyakit katarak data
yang dapat di klasifikasi berjumlah 5, penyakit glaukoma berjumlah 4 dan
penyakit uveitis berjumlah 6, semakin data penyakit memiliki kualitas yang tinggi
dan gambar yang jelas maka akan semakin banyak data yang teridentifikasi pada
penelitian ini tidak dapat menghasilkan persentase yang tinggi dikarenakan
gambar atau image tidak banyak memiliki kualitas yang tinggi.