Abstract :
Pandemi visrus corona (Covid-19) memberikan dampak yang sangat besar
terhadap sistem pendidikan terutama di indonesia, dampak tersebut mengakibatkan
sistem belajar mengajar harus dilakukan dirumah masing ? masing School From
Home (SFH). Pelajar pada SDN 2 Badran Sari yang mendapatkan sebuah
permasalahan terhadap sistem pendidikan yang harus dilakukan secara online,
dikarenakan desa Badran Sari berlokasi yang cukup jauh dengan pusat kota,
sehingga untuk sistem penyebaran jaringan internet gsm masih cukup jauh
berkembang. Solusi yang ditawarkan adalah dengan membangun sebuah
infratsruktur jaringan internet untuk memudahkan pembelajaran bagi pelajar
dimasa pandemi seperti ini, untuk membangun sebuah infrastruktur jaringan
diperlukan metode yang dugunakan untuk merancang infrastruktur jaringan
internet, dan metode yang digunakan adalah Network Development Life Cycle
(NDLC). Dimulai dengan proses analisa, desain, prototipe, implementasi,
monitoring sampai manajemen. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada
penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian
dilakukan dengan melakukan pengujian dengan menggunakan Quality of Service
(QoS) dan menggunakan standar Telecommunications and Internet Protocol
Harmonization Over Network (TIPHON). Hasil dari pengujian QoS nilai
throughput 7.029Kb/s, nilai packet loss 0,005%, nilai delay 0.975287ms, dan nilai
jitter 0.975154ms, Hasil pengujian menunjukkan bahwa infrastruktur jaringan
internet yang dibangun mengalami peningkatan yang sangat baik dibandingkan
dengan sebelum dibangunkannya infrastruktur jaringan internet, hasil pengujian
tersebut berdasarkan parameter QoS dengan standar Tiphon.