Abstract :
Swalayan 212 Mart Kedaton Bandarlampung merupakan swalayan yang menjual
bahan-bahan pokok dan kebutuhan barang rumah tangga Setiap hari 212 Mart melayani
transaksi penjualan yang banyak dan salah satu masalah yang sering dihadapi adalah
kurangnya stok barang yaitu ketersediaan barang sering kali tidak memadai kebutuhan
pelanggan. Misalnya jumlah stok barang terlalu sedikit permintaan banyak, atau
sebaliknya stok barang yang banyak tetapi permintaan sedikit, hal ini dapat
menyebabkan kekecewaan pelanggan karena barang yang diinginkan sering kali habis
dan juga kerugian bagi pengelola swalayan
Metode yang sering digunakan untuk melakukan analisis pola perilaku belanja
konsumen adalah analisis keranjang belanja atau Market Basket Analisis (MBA).
Analisis ini merupakan salah satu metode dalam penambangan data (data mining) yang
mempelajari tentang perilaku kebiasaan konsumen dalam membeli barang secara
bersamaan dalam satu waktu.
Melakukan analisis terhadap data transaksi yang diberikan oleh pihak 212 mart
sehingga dalam melakukan perhitungan secara manual maupun secara sistem sehingga
sistem dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan Dalam proses algoritma apriori
melakukan data sampel sebanyak 15 data transaksi yang didapat dari data 212 Mart,
nilai min support yang di gunakan 4.0 dan nilai min confidence 4.0 menghasilkan 26
rule, pengujian dilakukan dengan mlakukan quisioner kepada karyawan sebanyak 6
karyawan dan seseorong ahli datamining dan system yang menghasilkan usability
adalah 72,44% dan hasil fungsional menunjukan 92,59% dengan kategori Baik.