Abstract :
Seiring berkembangnya zaman, selain menimbulkan dampak positif juga
menimbulkan dampak negatif. Salah satu contoh dampak negatifnya yaitu semakin
berkurangnya penutur Bahasa Lampung khususnya dari kalangan anak muda.
Untuk itu, upaya untuk menjaga dan melestarikan Bahasa daerah sangatlah penting.
Pendekatan dalam pembuatan mesin penerjemah dapat dilakukan dengan
menggunakan tiga pendekatan, yaitu pendekatan secara langsung atau Direct
Machine Translation (DMT), pendekatan berbasis aturan atau Rule-Based Machine
Translation (RBMT), pendekatam berbasis data-driven. Penelitian ini mencoba
meningkatkan akurasi mesin penerjemah bahasa Lampung dialek A berbasis kamus
dan membandingkan hasil terjemahan Bahasa Lampung ke Bahasa Indonesia
dengan tiga skenario yang kemudian menggunakan skor Bilingual Evaluation
Understudy (BLEU) sebagai acuan dan pendapat dari penutur asli bahasa Lampung.
Skenario pertama yaitu kalimat Bahasa Lampung diterjemahkan secara langsung
ke Bahasa Indonesia (baseline), skenario kedua dengan melakukan stemming pada
kata Bahasa Lampung, dan yang ketiga dengan melakukan stemming dan
penambahan kosa kata baru