Abstract :
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada siswa dapat diketahui
bahwa pada masa pandemi memberikan efek pada pembelajaran pendidikan
jasmani olahraga dan kesehatan di SMA N 1 Padang Cermin Kabupaten
Pesawaran. Ada banyaknya keluhan dari peserta didik kepada pendidik
dikarenakan terlalu banyak tugas dibandingkan dengan pembelajaran
disekolah secara tatap muka langsung. Persepsi dari peserta didik
mengambarkan akan sikap atau perilaku mereka berasal dari pengamatan
selama mengikuti proses pembelajaran daring. Persepsi dari siswa tersebut
akan digunakan sebagai bahan evaluasi kekurangan dan kelebihan dari
pembelajaran daring oleh guru pendidikan jasmani.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai persepsi siswa terhadap
proses penerapan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan
pada pandemi covid-19 di SMA Negeri 1 Padang Cerminlan data. Penelitian
ini merupakan Deskriptif Kuantitatif. Metode yang di gunakan adalah survei
sengan teknik pengambilan data menggunakan angket. Populasi dalam
penelitian ini adalah 588 siswa yang terdiri dari kelas X dan XI di SMA
Negeri 1 Padang Cermin dan Sampel dari penelitian ini adalah 88 siswa kelas
X dan XI, Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif
kuantitatif yang dituangkan dalam bentuk persentase.
Hasil penelitian persepsi siswa terhadap proses penerapan pembelajaran
pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada pandemi covid-19 di SMA
Negeri 1 Padang Cermin maka dapat disimpulkan berada pada kategori
?Sedang? 56,81% (50 siswa), ?Rendah? 26,13% (23 siswa), ?Tinggi? 7,95%
(7 siswa), ?Sangat Tinggi? 1,13% (1 siswa), dan ?Sangat Rendah? 7,95% (7
siswa). Pada faktor pendahuluan berada pada kategori ?Sedang? 42,04% (37
siswa), ?Rendah? 15,90% (14 siswa), ?Tinggi? 27,27% (19 siswa), ?Sangat
Tinggi? 6,81% (6 siswa), dan ?Sangat Rendah? 7,95% (7 siswa). Dari faktor
pelaksanaan ?Sedang? 43,1% (38 siswa), ?Rendah? 12,5% (11 siswa),
?Tinggi? 31,8% (28 siswa), ?Sangat Tinggi? 4,6% (4 siswa), dan ?Sangat
Rendah? 8% (7 siswa). Sedangkan untuk faktor evaluasi pada kategori
?Tinggi? 28,40% (25 siswa), ?Rendah? 19,31% (17 siswa), ?Sedang? 38,63%
(34 siswa), ?Sangat Tinggi? 5,68% (6 siswa), dan ?Sangat Rendah? 7,95% (7
siswa).