Abstract :
Groundsill merupakan struktur ambang melintang yang dapat dibangun di atas
badan air sebagai salah satu alternatif dalam mengurangi kecepatan aliran air di
hulu sehingga dapat mempertahankan laju sedimentasi di hulu. Karena masalah
gerusan yang dihadapi di Sungai Cimadur, Provinsi Banten, telah dibangun struktur
groundsill di salah satu lokasi di Sungai Cimadur yang dekat dengan struktur
jembatan Bantar Karang. Masalah gerusan dikhawatirkan merusak fondasi struktur
jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan karakteristik aliran
sungai di Sungai Cimadur, Provinsi Banten sebelum dan sesudah adanya bangunan
groundsill di dasar sungai. Metode yang dilakukan meliputi: perhitungan debit
rencana; simulasi tinggi muka air dan kecepatan aliran air dengan menggunakan
bantuan program HEC-RAS 4.1 dan analisis perubahan elevasi dasar sungai
disekitar bangunan Groundsill. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kecepatan
aliran sesudah dibangunnya bangunan Groundsill menurun pada titik P28 (hilir)
pada kala ulang 5 tahun 2.69 m/s, 10 tahun 2.74 m/s, 25 tahun 2.82 m/s, dan 50
tahun 2.87 m/s. Kecepatan aliran pada titik P27 (hulu) pada kala ulang 5 tahun 0.86
m/s, 10 tahun 1.0001, 25 tahun 1.22 m/s, dan 50 tahun 3.56 m/s. Selain itu, hasil
penelitian juga menunjukkan bahwa keberadaan struktur groundsill telah
meningkatkan elevasi dasar sungai terutama di sekitar fondasi jembatan Bantar
Karang (rata-rata sekitar 15 cm setelah 5 bulan pemasangan struktur groundsill),
namun terdapat sedikit penurunan elevasi dasar sungai di bagian hilir struktur
groundsill rata-rata sekitar 10 cm.