Abstract :
Masalah yang sering terjadi dalam pembuatan pupuk kompos adalah tingkat kematangan pupuk yang tidak sempurna. Hal tersebut disebabkan oleh kelembaban dan suhu dalam proses pembuatan yang tidak stabil. Kelembaban memegang peran penting dalam metabolisme mikroba sehingga harus dijaga pada kisaran 40% hingga 60%. Begitu juga dengan suhu harus dijaga pada kisaran 30ºC hingga 45ºC Pembuatan pupuk kompos yang belum matang secara keseluruhan dapat menghambat pertumbuhan tanaman dikarenakan kurangnya nitrogen yang tersedia. Oleh karena itu ?Rancang Bangun Komposter Pintar? dibuat untuk memantau serta mengatur proses pembuatan pupuk kompos. Alat ini dirancang menggunakan aplikasi berbasis IoT (Internet Of Thing) dengan memanfaatkan komponen-komponen elektronika berupa sensor DHT-11 sebagai pendeteksi suhu dan kelembaban. kemudian diproses menggunakan NodeMCU Esp8266. Data yang telah diperoleh akan dikirim ke Thingspeak di ponsel guna menampilkan keadaan dari bahan-bahan pembuat kompos. Di samping itu alat ini dilengkapi dengan lampu dan fan untuk membantu menyetabilkan suhu. Pembuatan alat ini dilakukan melalui enam tahapan yaitu: (1) identifikasi masalah, (2) analisis kebutuhan, (3) pengembangan perangkat keras, (4) pengembangan perangkat lunak, (5) pembuatan alat dan (6) pengujian alat. Pembuatan pupuk kompos dengan menggunakan alat ini dapat menghemat waktu dibandingkan dengan cara manual. Selain dari segi waktu, perbandingan efektifitas alat juga dapat dilihat dari keunggulan yang ada seperti kontrol otomatis. Adanya inovasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik untuk dijadikan pupuk kompos, dan meningkatkan kesuburan tanah serta memperbaiki struktur tanah, sehingga hasil panen lebih berkualitas.