DETAIL DOCUMENT
Perancangan Alat Bantu Pengupas Kulit Singkong Menggunakan pendekatan Ergonomic Function Deployment (Studi Kasus: POSYANTEKDES Ikhlas Ramaku)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Telkom
Author
NANDA SAGITA APRILIA
Subject
PRODUCT DEVELOPMENT 
Datestamp
2021-10-01 00:00:00 
Abstract :
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang paling banyak memproduksi singkong (Manihot esculenta crantz). Di Jawa Barat terdapat UKM yang memproduksi singkong menjadi camilan berupa emping singkong, salah satunya POSYANTEKDES Ikhlas Ramaku yang berlokasi di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Pada proses produksi emping singkong, terdapat permasalahan pada proses pengupasan yang masih menggunakan pisau dapur dan berdasarkan hasil risk assessment, proses pengupasan menggunakan pisau memiliki risiko kecelakaan seperti pisau dapat melukai operator, pisau yang digunakan renggang serta adanya gerakan yang repetitif saat bekerja dan postur kerja operator yang canggung dapat memicu risiko terkena Musculoskeletal Disorder (MSDs) dimasa yang akan datang. Telah dilakukan analisis REBA dan NBM pada operator. Skor REBA pada postur kerja operator yaitu 10, artinya postur kerja operator memiliki risiko tinggi dan perlu perubahan. Skor NBM pada operator 1 dan operator 2 sebesar 76 dan 72, yang artinya perlu dilakukan perubahan postur. Oleh karena itu dibuatlah desain usulan alat bantu untuk untuk mengatasi permasalahan tersebut. Perancangan desain alat bantu dilakukan menggunakan pendekatan EFD (Ergonomic Function Deployment) untuk menghasilkan produk yang ergonomis dan sesuai dengan kebutuhan operator. Alat bantu yang telah didesain menggunakan Autodesk Inventor 2017 menghasilkan alat bantu ergonomis dengan dimensi 550 mm × 550 mm × 1120 mm dengan material Stainless Steel AISI 304 disimulasikan menggunakan perangkat lunak Technomatix Jack. Terdapat penurunan skor REBA (dari 10 menjadi 2) setelah menyimulasikan operator menggunakan alat bantu usulan. Berdasarkan analisis tersebut alat bantu usulan dapat mengurangi risiko operator terkena MSDs. 

Institution Info

Universitas Telkom