Abstract :
Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia dilakukan dengan merumuskan Strategi Nasional Keuangan Inklusif SNKI Dalam perbankan bentuk penerapan SNKI adalah melalui penerapan layanan perbankan digital Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh kuantitas layanan perbankan digital terhadap kinerja keuangan bank yang diproksikan melalui Return on Assets ROA dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional BOPO dengan intensitas transaksi sebagai variabel moderasi Sampel yang digunakan terdiri atas 11 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama lima tahun yaitu 2013 2014 2015 2016 dan 2017 Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling Data dianalisis dengan analisis regresi moderasi dengan metode yang terdiri atas uji analisis deskriptif uji normalitas multikolineraritas heterokedastisitas dan uji autokorelasi Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji koefisien determinasi uji F dan uji t Hasil menunjukkan bahwa kuantitas layanan perbankan digital tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA bank Hal ini juga terlihat dari tidak terdapatnya pengaruh signifikan intensitas transaksi dalam memperkuat hubungan antara kuantitas layanan perbankan digital dengan ROA Namun hasil pengujian menunjukkan kuantitas layanan perbankan digital berpengaruh negatif signifikan terhadap BOPO bank Sementara intensitas transaksi juga belum mampu memperkuat hubungan antara kuantitas layanan perbankan digital dan BOPO bank