Abstract :
Tanaman turi putih (Sesbania grandiflora) merupakan
salah satu jenis tanaman legum pohon yang secara masif telah
dikembangkan sebagai sumber pakan terutama bagi ternak
ruminansia. Disamping dimanfaatkan sebagai sumber hijauan
pakan ternak dan sebagai pupuk hijau, tanaman turi sebagai
salah satu sumber sayuran karena banyak dibudidayakan
sebagai pembatas tanah di lahan sawah atau tegalan. Daun turi
mengandung nutrisi yang cukup baik yaitu protein kasar
31,29%, lemak kasar 7,57%, serat kasar 27,88%, abu 7,34%,
serta bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 28,02%.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November
2021 sampai bulan Januari 2022. Penanaman berlokasi di
lahan percobaan Agrotechnopark Universitas Brawijaya,
Cupak, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten
Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi
mengenai keragaman karakter kuantitatif produksi hijauan
pakan ternak pada genotip lokal meliputi panjang batang, berat
batang, jumlah daun, berat daun, diameter batang, dan berathijauan dari beberapa parameter genotip lokal tanaman turi
putih (Sesbania grandiflora).
Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah
benih tanaman turi putih genotip lokal Malang. Metode
penelitian menggunakan cara percobaan (eksperimen) dengan
bentuk rancangan lingkungan homogen. Parameter produksi
hijauan yang diamati adalah jumlah daun, panjang batang,
diameter batang, berat batang, berat daun, dan berat hijauan
pada umur 80 hari setelah tanam. Analisis data menggunakan
nilai keragaman dibandingkan standar deviasinya untuk
menentukan luas atau sempitnya keragaman.
Hasil penelitian keragaman karakteristik produksi
hijauan tanaman turi putih (Sesbania grandiflora) genotip
lokal Malang menunjukkan bahwa nilai ragam dibanding
dengan 2 kali standar deviasinya untuk karakter kuantitatif
panjang batang dan jumlah daun berturut-turut 213,07 cm >
29,2 cm dan 78479,62 helai daun > 560,28 helai daun
sehingga masuk dalam kategori keragaman yang luas.
Demikian juga pada karakter kuantitatif berat daun, berat
batang dan berat hijauan berturut-turut 2110,25 g > 91,88 g;
4090,42 g > 127,92 g; dan 11798,95 g > 217,24 g juga masuk
dalam kategori keragaman yang luas. Sedangkan untuk
karakter kuantitatif diameter batang pada tanaman turi putih
nilai ragam lebih kecil dibanding dengan 2 kali standar deviasi
yaitu 0,14 cm < 0,74 cm sehingga masuk dalam kategori
keragaman sempit.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu meskipun
populasi tanaman turi putih (Sesbania grandiflora) genotip
lokal Malang memiliki keragaman yang sempit pada karakter
kuantitatif diameter batang tanaman turi putih masih bisa
digunakan sebagai bahan materi seleksi dalam perbaikangenetik tanaman khususnya pada karakter produksi hijauan
karena memiliki keragaman yang luas pada karakter kuantitatif
berat hijauan, panjang batang, berat batang, jumlah daun dan
berat daun.