Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi EFL terhadap penerapan pembelajaran online di masa pascapandemi dan menentukan apakah pembelajaran online cocok dengan EFL dalam situasi pascapandemi. Data penelitian ini diperoleh dari 238 siswa EFL kelas delapan yang mengalami pembelajaran online pascapandemi. Penelitian ini menggunakan desain survei cross-sectional dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data untuk mengungkap informasi pelaksanaan online berdasarkan dua aspek, Perceived Effectiveness (PU) dan Perceived Ease of Use (PEOU). Instrumennya diadaptasi dari Rahman (2020) yang berisi 16 pernyataan dengan 4 skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif pada kedua aspek, PU dan PEOU dengan persentase total masing-masing 65% dan 63%. Tanggapan positif tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran online dapat dan sebaiknya digunakan sebagai cara alternatif pembelajaran bahasa Inggris dalam situasi pascapandemi. menurut siswa pembelajaran daring masih bermanfaat di pasca pandemi, hal ini didukung oleh 84% siswa menyetujui penggunaan pembelajaran daring di pasca pandemi. Namun, memahami instruksi dan materi merupakan tantangan bagi siswa untuk memahaminya karena 55% siswa memberikan tanggapan negatif terhadap instruksi dan 75% siswa memilih tanggapan negatif terhadap materi. Untuk memberikan dan menciptakan pembelajaran yang sukses, peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang pemberian instruksi yang lebih baik dan materi yang dapat dipahami oleh siswa.