Abstract :
Di dalam dunia pengujian aplikasi, pengujian terhadap aplikasi berbasis
web merupakan suatu hal yang relatif baru. Khusus untuk web site, ada pengujian
khusus yang harus dilakukan yaitu web load testing. Load testing itu sendiri
adalah proses menganalisa perangkat lunak aplikasi dan infrastrukturnya untuk
mendapatkan informasi mengenai performa, skalabilitas, kapasitas, dan
kemampuan mengatasi transaksi dengan cara memodelkan kondisi penggunaan
aplikasi seperti pada kondisi nyata dan menjalankan kondisi tersebut pada aplikasi
yang sedang diuji berikut infrastrukturnya.
Dalam rangka membantu pengujian web load testing dilakukan pembuatan
program aplikasi web load tester. Web load tester berjalan dengan menggunakan
skenario yang diterimanya. Web load tester akan mengirimkan permintaan
berdasarkan skenario ke web server. Respon yang didapat dari web server akan
disimpan dan dicatat waktu responnya atau Round Trip Time ( RTT ). Waktu
respon ini digunakan sebagai salah satu acuan dalam mengambil keputusan
setelah web load testing dilakukan.
Sistem dibagi menjadi 3 bagian, yaitu : web site downloader, scenario
editor, dan web load tester. Web site downloader digunakan untuk mendapatkan
RTT tanpa menggunakan skenario sekaligus untuk mengetahui adanya broken
link. Scenario editor digunakan untuk membuat skenario. Web load tester
digunakan untuk menjalankan skenario dan menampilkan hasil dalam bentuk
grafik.
Uji coba web load tester dilakukan pada web site Informatika dan Teknik
Universitas Surabaya. Kesimpulan yang didapat adalah jumlah pengunjung dan
durasi pada skenario merupakan parameter utarna dalam mengatur jumlah beban
yang dikirimkan. Saran untuk pengembangan lebih lanjut adalah adanya
parameter seperti familiarity dan latency pada skenario serta penggabungan
dengan aplikasi network monitoring dan web server monitoring.