Abstract :
Dewasa ini kebutuhan akan hiburan di masyarakat semakin meningkat.
Ditunjukkan oleh semakin ragamnya film yang diputar di berbagai gedung
bioskop. Sementara itu, sering kali masyarakat yang bukan berada pada kota
besar cukup lambat menerima informasi tentang film-film tersebut Hal ini
menunjukkan bahwa masyarakat saat ini memerlukan suatu teknologi yang Jebih
cepat untuk mempermudah dalam memperoleh fasilitas hiburan di gedung
bioskop yang diinginkan. Seperti, informasi-informasi film yang akan diputar,
pemesanan tiket dan pemilihan tempat duduk.
J2ME ( Java 2 Micro Edition ) & J2EE ( Java 2 Enterprise Edition )
merupakan sebuah langkah maju dalam menyatukan teknologi komunikasi dan
teknologi informasi. Pemrosesan informasi yang semula sering memaksa piranti
otak ( Processor ) untuk tergantung pada suatu ruang dan waktu tertentu. Dengan
memanfaatkan J2ME & J2EE, ketergantungan tersebut dapat dihilangkan.
Penggunaan bahasa pemrograman Java membuat aplikasi Wireless Enterprise
menjadi piranti lunak yang bersifat multi-platform dan penerapan arsitektur multitier
membuatnya menjadl sebuah piranti lunak yang modular ditinjau dari sudut
pandang cara pembuatan maupun cara penyebarannya.
Penggunaan teknologi ini dapat diterapkan pada peralatan-peralatan
komunikasi yang tidak lagi menggunakan kabel (nirkabel). Diantaranya adalah
wireless, palm, Pocket PC, PDA ( Personal Data Assistance ) bahkan telepon
gengam ( handphone ). Dengan bantuan internet sebagai media transpotasi data,
maka informasi hiburan film yang ada di pusat data, dalam hal ini studio bioskop
21, akan muncul dalam tampilan alat. Sehingga memudahkan pengguna membuat
keputusan akan konsumsi hiburan tersebut.
Dengan adanya aplikasi ini, pada saat uji coba dilakukan responden
merasakan adanya perubahan kearah yang positif Mereka menyampaikan rasa
puasnya dengan adanya aplikasi ini. Alasan yang mereka sampaikan adalah
mereka tidak perlu lagi menghabiskan waktu yang terlalu lama untuk antri dalam
melakukan pemesanan tiket bioskop. Selain itu pencarian informasi film dapat
mereka lakukan dari berbagai tempat dalam jangkauan operator telepon seluler.