Abstract :
Protein merupakan suatu zat makanan yang amat penting bagi tubuh, karena zat ini disamping berfungsi sebagai sumber energi juga berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan protein guna perbaikan gizi
masyarakat Indonesia, perlu adanya pengembangan sumber-sumber protein baru baik protein nabati maupun protein hewani. Salah satu contoh sumber protein
hewani adalah sarang burung walet. Dalam penelitian ini obyek yang digunakan adalah sarang burung seriti, karena habitat, makanan dan sifat alami dari burung
seriti sama dengan burung walet, sehingga diduga mempunyai kandungan protetn yang sama.
Metode yang digunakan pada penelitian pendahuluan kandungan protein air liur pada sarang burung seriti ini adalah Kjeldahl dengan modifikasi dari Gunning dan Amold.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa kadar protein total dalam air liur pada sarang burung seriti dari daerah Blitar di tempat A 4,78%, di tempat B 5,22%, dan dari daerah Solo di tempat A 6,48%, di tempat B 4,42%. Kadar protein total ini dianalisis secara statistik dengan metode anava tunggal dan ternyata tidak ada perbedaan bermakna antara Blitar A dengan Blitar B, Blitar A dengan Solo B, Blitar B dengan Solo A, Blitar B dengan Solo B, tetapi ada perbedaan bermakna antara Blitar A dengan Solo A, Solo A dengan Solo B