Abstract :
Telah dilakukan penelitian pengaruh ekstrak rimpang lengkuas merah
(Languas galanga (L.) Stuntz) yang disari pada berbagai lama penyarian (I jam
dan 6 jam) terhadap daya hambat pertumbuhan jamur Candida albicans dan
profil kromatogram komponen minyak atsirinya. Disini juga digunakan lama
penyanan 40 jam sebagai kontrol. Ekstrak etanol rimpang lengkuas merah
diperoleh dengan cara refluks selama I jam dan 6 jam serta soxhletasi 40 jam.
Daya hambat terhadap pertumbuhan Candida albicans dari masing-masing
perlakuan ditentukan dengan metode difusi agar menggunakan silinder cup, profil
kromatogram minyak atsiri diamati dengan K.L T densitometri. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang lengkuas merah yang diekstraksi
dengan lama penyarian 1 jam, 6 jam dan 40 jam menunjukkan hambatan terhadap
pertumbuhan Candida albicans dengan diameter rata-rata berturut-turut adalah
1,486 em, 1,683 em dan 1,301 em. Uji secara statistik menunjukkan terdapat
perbedaan bermakna antara masing-masing ekstrak, dan yang memberikan daya
hambat yang terbesar adalah ekstrak dengan lama penyarian 6 jam. Hasil
penelitian KL T densitometri menunjukkan bahwa kadar minyak atsiri dari
masing-masing lama penyarian menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Dengan
demikian terdapat perbedaan zat yang terekstrak pada lama penyarian 1 jam, 6
jam dan 40 jam. Profil kromatogram KL T minyak atsiri lama penyarian I jam
mempunyai profil yang berbeda dengan lama penyarian 6 jam dan 40 jam.