Abstract :
Indonesia sebagai negara berkembang yang beriklim
tropis~ merupaka~ tempat yang baik untuk berkembang
biaknya penyakit Jamur atau disebut mikosis (1).
Jamur termasuk tumbuhan yang tidak berklorofil,
oleh sebab itu harus hidup sebagai saprofit a tau
parasit. Di alam ini terdapat lebih kurang 200.000 jenis
jamur yang kira-kira 100 di antaranya patogen bagi
manusia dan hewan (1,2).
Obat anti-Jamur sudah ditemukan sejak 1839, ketika
ditemukan asam salisilat, kemudian disusul oleh antijamur
lain, di antaranya Griseofulvin, hasil isolasi
dari Penicilium qriseofulvum pada tahun 1939. Pada
tahun 1949 Brown dan Hazen mengisolasi Nistatin dari
Streptomyces noursei. Sedangkan Amfotericin B dilaporkan
sebagai antibiotik yang poten terhadap jamur pada tahun
1956, diisolasi dari St ~eptomyces nodosum oleh Gold dan
kawan- kawan (3,4,5)...