Abstract :
Intensitas efek farmakologis pada umumnya diasumsikan dengan kadar obat
dalam darah. Kadar obat dalam darah dianggap berada dalam bentuk keseimbangan
dengan kadar obat dalam jaringan. Untuk memperpanjang aktivitas terapetik, banyak
obat diberikan dalam dosis ganda. Kadar obat dalam plasma hams dipertahankan di
dalam batas yang sempit untuk mencapai efektivitas klinik yang maksimal. Secara
ideal suatu aturan dosis untuk tiap obat ditetapkan untuk memberikan kadar plasma
yang benar tanpa fluktuasi dan akumulasi obat yang berlebihan. Untuk obat - obat
dengan indeks terapetik yang sempit memerlukan batasan kadar plasma terapetik
minimum dan konsentrasi plasma non toksik maksimum. Jika suatu obat diberikan
dengan dosis dan jarak waktu pemberian dosis yang tetap jumlah obat dalam tubuh
akan naik dan kemudian plateua pada suatu kadar plasma rata - rata yang lebih tinggi
daripada Cp yang diperoleh dari dosis awal. Bila dosis kedua diberikan dalam suatu
jarak waktu yang lebih pendek daripada waktu yang diperlukan untuk mengeliminasi
dosis sebelumnya, maka obat terakumulasi dalam tubuh. Karena alasan - alasan
pemberian bahan obat dalam dosis ganda inilah maka ada beberapa obat yang
diberikan dalam bentuk lepas lambat. Yaitu suatu bentuk sediaan yang melepaskan
bahan obat secara perlahan - lahan dan terus menerus dan untuk waktu yang lama.
Suatu bentuk sediaan lepas lambat yang ideal adalah suatu bentuk sediaan yang dapat
melepaskan bahan obat secara konstan menyerupai laju pelepasan obat secara orde
nol. Untuk dapat mencapai laju pelepasan bahan obat orde nol ada beberapa
mekanisme pelepasan bahan obat yang dapat dipakai untuk memformula suatu bentuk
sediaan yaitu secara difusi disolusi dan osmosis ...