Abstract :
Telah dilakukan penelitian uji daya antijamur ekstrak etanol daun Sembung
(Blumea balsamifera L. DC) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans serta
profil kromatogram KL T spektrofotodensitometri minyak atsirinya. Metode
ekstraksi yang digunakan adalah cara panas yaitu dengan soxhletasi. Daya
antijamur ditentukan dengan metode difusi agar menggunakan cylinder cup.
Konsentrasi yang digunakan pada ekstrak etanol adalah 80%, 60%, 40% dan 20%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sembung pada berbagai
konsentrasi semuanya tidak menunjukkan adanya aktivitas antijamur. Untuk
mengetahui senyawa minyak atsiri yang terdapat pada ekstrak etanol maka
dilakukan Kromatografi Lapis Tipis (KL T). Hasil analisis kualitatif menunjukkan
bahwa ekstrak etanol terdapat senyawa minyak atsiri, yang hasilnya tidak
menunjukkan aktivitas antijamur terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans.
Analisis dengan spektrofotodensitometri menunjukkan profil kromatogram
berturut-turut pada konsentrasi 80% dan 20% adalah 8 puncak dan 5 puncak. Dari
harga Rf yang sama konsentrasi 80% pada Rf 0,23; persen area 7,67% dan
konsentrasi 20% pada Rf 0,26; persen area 5,58%.