Abstract :
Di negara tropis dimana matahari memancarkan sinarnya
sepanjang masa ternyata dapat mengancam kesehatan
kulit manusia. Ini terjadi karena sinar matahari memancarkan
radiasi UV A, UV B dan UV C. Radiasi LnL dapat
menyebabkan kerusakan pada kulit dari yang paling ringan
sampai yang paling berat karena itu diperlukan sediaan
tabir matahari yang efektif untuk mencegah efek yang
membahayakan dari radiasi sinar matahari.
Penelitian ini dilakukan secara in vitro dengan
mengkombinasikan Oksibenson 1% sebagai anti UV A, Oktil
metoksisinamat 1-2% sebagai anti UV B dan minyak bulus
1-5% yang diduga dapat meningkatkan efektivitas tabir
matahari. Penentuan efektivitas bahan tabir matahari
diperoleh dari nilai % transmisi eritema, % transmisi
pigmentasi serta nilai Sun Protection Factor (SPF).
Prosen transmisi eritema dan prosen transmisi
pigmentasi ditentukan secara spektrofotometri dalam
pelarut isopropanol dimana pengamatan pada rentang panjang
gelombang 292,5-372,5 nm. Sedangkan Sun Protection
Factor ditentukan secara spektrofotometri dalam pelarut
etanol 90% dan pengamatan dilakukan pada rentang panjang
gelombang 290-320 nm.
Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa penambahan minyak bulus 1-5% pada kombinasi Oksibenson 1%, Oktil metoksisinamat 1%, 2% dapat meningkatkan efektivitas bahan tabir matahari. Pada kombinasi Oksibenson 1%, Oktil
metoksisinamat 2% dan minyak bulus 2% dapat berfungsi
sebagai Total Sunblock. Nilai SPF pada kombinasi Oksibenson
1%, Oktil metoksisinamat 2% dan minyak bulus 2% dalam
basis Banishing krim non ionik didapat hasil sebesar
8,09.10 .