Abstract :
Penggunaan tanaman sebagai obat tradisional untuk diabetes sampai sekarang
semakin banyak dikembangkan. Hal ini karena tingkat penderita diabetes di Indonesia
semakin meningkat. Tanaman tradisiondal yang sudah diteliti khasiatnya untuk
menurunkan kadar glukosa darah yakni biji petai cina dalam sediaan infusa, yang ternyata kurang optimal dalam menurumkan kadar glukosa darah. Berdasarkan penelitian tersebut maka penulis mencoba mengadakan penelitian ekstrak biji petai
cina 20%, diharapkan dapat memberikan efek yang optimal dalam menurunkan kadar
glukosa darah. Dalam penelitian ini, digunakan 30 ekor tikus putih jantan dan dibagi
menjadi tiga kelompok yakni kelompok kontrol yang dberi aqua sebanyak 15 ml/kg
BB sehari dua kali peroral dan kelompok pembmding diberi suspensi Metobrmin HC1
500 mg/kg BB sebanyak 15 ml/kg BB sehari dua kali peroral selanjulnya kelompok
uji diberi ekstrak biji petai cina 20% sebanyak 15 ml/kg sehari dua kali peroral.
Dari hasil analisis statistik secara anova, diperoleh hasil bahwa kadar glukosa darah
kelompok uji berbeda bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol, tetapi
efeknya lebih kecil dibandingkan dengan kelompok pembanding sehingga dapat
disimpulkan bahwa ekstrak biji petai cina 20% dosis 3 g/kg BB sebanyak 15 ml/kg
BB dengan pemberian sehari dua kali memberikan efkk antihiperglikemik.