Abstract :
Untuk rnengetahui adanya pengaruh ikatan rangkap yang terdapat pada asarn oleat terhadap reaksi pernbentukan suatu ester rnetil asarn lemak rnaka dilakukan sintesis suatu ester sukrosa oleat. Ester sukrosa oleat rnerupakan zat aktif permukaan yang bersifat non ionik yang dibuat dari sukrosa dan asam oleat rnelalui dua tahap reaksi; yaitu reaksi pernbentukan ester rnetil oleat dan reaksi pembentukan ester sukrosa oleat rnelalui reaksi transesterifikasi tanpa rnenggunakan
pelarut. Reaksi berlangsung selama 7,5 jam yang diatur pada suhu 115-135°C dengan rnenggunakan katalis K2co3 . Identifikasi sukrosa oleat rnenggunakan kromatografi lapis tipis dengan fase diarn yang digunakan adalah Kieselgel 60 GF254 dan fase geraknya berturut-turut : Heksana Eter = 4 : 6; Heksana : Eter : Etil Asetat = 4 4 :2; Heksana : Kloroform = 6 : 4; Metanol : Kloroform = 1 1 didapat satu noda dan dengan harga Rf yang berbeda dengan senyawa asalnya. Dari data spektra infra rnerah diperoleh gugus fungsi C=O (ulur) , C-O (ulur ) , 0-H (ulur), 0-H (tekuk), C=C, C-H a lifatik, c-c yang rnenunjukkan gugus fungsi dari sukrosa oleat. Untuk memperkuat pembuktian juga dilakukan pemeriksaan adanya ikatan rangkap pada gugus
oleat dengan menggunakan pereaksi Ba eyer's dan pereaksi Bromine. Berdasarkan data Kromatografi lapis tipis, spectra infra merah, pereaksi Baeyer's , pereaksi Bromine dapat dikatakan bahwa senyawa tersebut adalah ester sukrosa oleat. Ester sukrosa oleat yang dihasilkan sebesar 6,40 %, ini mernbuktikan bahwa adanya ikatan rangkap pada asarn oleat menyebabkan reaksi transesterifikasi lebih sulit terjadi.