Abstract :
Dalam penelitian ini dilakukan sintesis sorbitan oleat. Sorbitan oleat dapat di sintesis melalui dua tahap. Tahap pertama sintesis metil oleat dari asam oleat dan metanol dengan metode campuran azeotrop, kemudian dilanjutkan tahap kedua yaitu dari metil oleat (hasil sintesis tahap pe rtama) dengan sorbitol melalui
reaksi transesterifikasi. Hasil sintesis tahap pertama dengan rendemen sebesar 78,95 % berbentuk cair berwarna putih kekuningan dan berbau seperti minyak . Identifikasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis , titik didih, indeks bias, dan spektrofotometri infra merah. Hasil sintesis tahap kedua dengan rendemen 10,71 % berbentuk cairan berminyak, berwarna putih kekuningan dan tidak berbau. Identifikasi sorbitan oleat dilakukan secara kromatografi lapis tipis dengan fase diam kiesel gel GF254 dan fase gerak berturut-turut campuran Heksana Kloroform (60 :40) Heksana Eter : Etil asetat (40 : 40:20) ; Metanol 1 Kloroform (50 : 501 ; dan Heksana Ete r (40 :60). Juga di lakukan identifikasi menggunakan spektra infra merah un tuk menunjuk kan adanya gugus-gugus
fungsi. Adanya ikatan rangkap akan mempersulit reaksi transesterifikasi sorbitan oleat.