Abstract :
Indonesia kaya akan berbagai macam tumbuh-tumbuhan, khususnya tumbuhan yang mengandung khasiat obat. Sebagian besar tumbuhan obat Indonesia belum diketahui secara pasti kandungan kimianya yang berkhasiat. Untuk itu perlu
dilakukan penelitian terhadap kandungan kimia, Farmakologi maupun toksisitasnya.
Flavonoid adalah salah satu kandungan kimia yang terdapat hampir dalam semua tumbuh-tumbuhan berwarna dan merupakan bahan berkhasiat sebagai obat.
Salah satu tanaman yang mengandung flavonoid adalah Boesenbergia pandurata(Roxb.)Schlecht. Tanaman ini dikenal dengan nama lokal Temu kunci.
Dalam penelitian ini diisolasi dan diidentifikasi senyawa flavonoid dari ampas Temu kunci yang telah dipisahkan minyak atsirinya. Tanaman ini diekstraksi
dengan pelarut metanol dan difraksinasi berturut-turut dengan pelarut heksan, eter dan fraksi eter ekstrak metanol, diisolasi dengan Kromatografi Lapis Tipis
Preparatif. Senyawa flavonoid Bp3 diidentifikasi dengan Kromatografri Lapis Tipis dan spektrofotometri ultra violet-sinar tampak dengan penambahan pereaksi geser.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa dari fraksi eter ekstrak metanol Temu kunci Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlecht dapat diisolasi senyawa flavonoid Bp-3 yaitu termasuk golongan flavanon yang
mengandung gugus OH pada cincin A pada posisi 5 .