Abstract :
Salah satu faktor utama yang dapat mempengaruhi tingkat efektifitas kemanfaatan tanaman obat
untuk terapi adalah kadar kandungan kimianya. Pada penelitian ini dilakukan penetapan kadar sari
secara gravimetri dan penetapan kadar alkaloida " X " sec:ara densitometri dari batang Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thoms. Ekstraksi menggunakan 4 jenis pelarut ( etanol 30 Y. , 50 Y. , 70 Y. dan 96 'l. ) secara maserasi yang di modifikasi dengan pengadukan selama 1 jam. Untuk penetapan kadar sari secara gravimetri, hasil ekstraksi dikeringkan dalam krus dan ditimbang hingga bobot tetap. Sedangkan untuk penetapan kadar alkaloida " X " secara densitometri, hasil ekstraksi dan alkaloida " X " pembanding di totol kan pada lempeng silikagel 60 F 2 54 , kemudian dieluasi dengan fase gerak etilasetat 5ebanyak 3 kali. Hasil penetapan kadar sari secara gravimetri , dari hasil ektraksi menggunakan etanol 30 Y. ( 10,57 ± 0,38 ) % ; dengan etanol 50 % ( 10,43 ± 0,31 ) Y. ; dengan etanol 70 Y. ( 8,76 ± 0,36 ) Y. ; dan dengan etanol 96 % ( 2,64 ± 0,28 ) Y..Harga koefisien regresi ( r ) antara jenis pelarut dengan kadar sari -0,91. Hasil penetapa n kadar alkaloida " X " secara densitometri, dari hasil ektraksi menggunakan etanol 30 Y. ( 23,53 ± 6,59 ) mg Y. ; dengan etanol 50% ( 35,77 ± 8,16 ) mg % ; dengan etanol 70 % (40 , 73 ± 4 , 88) mg % ; dan dengan etanol 96 Y. ( 31 ,26 ± 6,66. ) mg % . Harga koefisien regresi (r) antara jenis pelarut dengan kadar alkaloida "X" 0,44.