Abstract :
Telah dilakukan penelitian uji daya antimikroba fraksi heksan, kloroform dan etanol
rimpang Temu giring (Curcuma heyneana Val & Van Zijp) terhadap pertumbuhan
Candida albicans dan penentuan golongan senyawa aktif secara Bbioautography.
Metode ekstraksi yang digunakan adalah cara panas yaitu dengan cara refluks. Daya
antimikroba terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans ditentukan dengan
metode difusi agar menggunakan cilinder cup. Konsentrasi yang digunakan pada
fraksi kloroform, fraksi heksan dan fraksi etanol yaitu 60%. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa fraksi heksan, kloroform dan etanol semuanya menunjukkan
aktivitas antimikroba. Untuk mengetahui senyawa yang terdapat pada fraksi-fraksi
rimpang Temu giring tersebut, maka dilakukan skrining dengan cara Kromatografi
Lapis Tipis ( KLT ). Hasil analisis kualitatif KLT menunjukkan bahwa pada fraksi
heksan, kloroform dan etanol rimpang Temu giring terdapat senyawa minyak atsiri,
terpenoid, flavonoid, saponin dan kurkuminoid. Penentuan golongan senyawa aktif
secara Bioautography pada fraksi heksan, fraksi kloroform dan fraksi etanol rimpang
temu giring didapatkan golongan minyak atsiri, terpenoid, flavonoid, saponin dan
kurkuminoid semuanya tidak menunjukkan adanya aktivitas antimikroba terhadap
pertumbuhan Candida albicans.