Abstract :
Telah dilakukan penelitian mengenai pola penggunaan obat anti
tuberkulosis pada pasien Tuberkulosis (TB) rawat inap di Rumah Sakit Budi
Rahayu Blitar. Pengamatan dilakukan terhadap seluruh data rekam medis pasien TB
selama periode bulan Agustus 2003 sampai dengan Juli 2004, yaitu sebanyak 140
pasien. Dalam penelitian ini digunakan keseluruhan data rekam medis dengan
diagnosis akhir TB-paru tanpa komplikasi dan penyakit penyerta, yaitu sebanyak
140 pasien.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: tiga bentuk
kombinasi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang di berikan pada pasien TB adalah
bentuk gabungan OAT-Fixed Dose Combination (FDC) dan jenis OAT lain
(46,43%), OAT-Kombipak (37,15%) dan OAT-FDC (16,43%).
Kombinasi OAT yang paling sering diberikan adalah lsoniasid-Rifampisin-Pirazinamid-
Etambutol (HRZE), sebanyak 53 pasien (37,86%), diikuti dengan
Isoniasid-Rifampisin-Pirazinamid (HRZ), sebanyak 32 pasien (22,86%) dan
Isoniasid-Rifampisin-Etambutoi-Streptomisin (HRES), sebanyak 25 pasien
(17,86%).
Pasien TB lebih banyak padajenis kelamin laki-laki (55,71%) dibandingkan
denganjenis kelamin perempuan (44,290A>).
Kelompok usia yang paling banyak menderita TB adalah kelompok usia 46-
<56tahun, yaitu sebanyak 17,14%.
Rata-rata lama perawatan pasien TB yang terpanjang adalah pada kelompok
usia 11-<16 tahun, yaitu selama 11,50 hari. Sedangkan rata-rata lama perawatan
dilihat dari jenis kelamin adalah 6,53 hari untuk pasien laki-laki dan 6,65 hari untuk
pasien perempuan.