Abstract :
Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis
sehingga banyak ditumbuhi tumbuh-tumbuhan yang
berkhasiat sebagai obat. Dari sekian banyak tumbuhan
berkhasiat di Indonesia, salah satunya adalah Ketepeng
cina (Cassia alata Linn). Tumbuhan ini banyak digunakan
dalam pengobatan tradisional antara lain sebagai obat
anti parasit, laksan, kurap, kudis, panu, eksam,
malaria, sembelit, radang kulit bertukak, sifilis,
herpes, influenza dan bronchitis.
Serbuk daun kering, diekstraksi dengan pelarut
etanol 95% menggunakan alat soxhlet. Ekstrak etanol,
setelah dipekatkan, ditambah air dan diekstraksi dengan
n-heksan. Fase air diekstraksi lagi dengan eter sehingga
didapat fase eter ditambah Na2SO4 eksikatus kemudian
dlsaring dan dipekatkan lalu dikeringkan dengan silika
gel G-60 mesh 70-230. Fraksi eter kering dikromtografi
kolom dangan fase diam silika gel G-60 mesh 70-230 dan
fase gerak etil asetat : metanol : air = 100 : 13,5 : 10
dihasilkan fraksi-fraksi. Fraksi dengan noda yang sama
dikumpulkan, diuapkan dengan penguap vakum kemudian
diekstraksi dengan eter diperoleh fraksi flavonoid.
msi flavanoid dikromatografi lapisan tipis preparatif,
dengan fase diam selulosa mikrokristalin dengan
fase gerak asam asetat 25% didapatkan dua senyawa, yaitu
senyawa flavonoid I dan senyawa flavonoid 11, Senyawa
flavonoid I dan senyawa flavonoid I1 diidentifikasi
dengan pereaksi warna Wilstater KLT (dengan penampak
noda uap anoamiak, sinar UV 365 nm), spektrofotometri
ultra violet-tampak dengan teknik pergeseran panjang
gelombang maksimum menunjukkan suatu flavonol (3-OH
bebas). Kenudian diidentifikasi dengan spektrofotometri
infra merah.
Dari hasil dan identifikasi senyawa isolat flavonoid
I dan senyawa isolat flavonoid II dapat disimpulkan
bahwa senyawa itu mempunyai ciri-ciri termasuk senyawa
flavonol (3-OH bebas) dengan OH bebas pada C-5.