Abstract :
Pada penelitian ini diuji potensi dan kesetaraan dari infusa daun saga (Abrus precatorius Linn) dibandingkan dengan larutan pembanding amoksisilin terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli ATCC 4157 dan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 65830. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode silinder cup (Ring Diffution Method). Daya hambat diukur berdasarkan diameter daerah hambatan pertumbuhan bakteri. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa potensi infusa daun saga (Abrus precatorius Linn) dibandingkan dengan larutan pembanding amoksisilin terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 4157 sebesar 26,76% dan terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 65830 sebesar 89,58%. Kesetaraan daya anti bakteri dari infusa daun saga (Abrus precatorius Linn) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli ATCC 4157 dibandingkan dengan dengan larutan pembanding amoksisilin adalah infusa daun saga dengan konsentrasi 20 % dan 40 % tidak dapat dihitung kesetaraan dengan larutan amoksisilin berdasarkan grafik karena berada di luar kadar larutan amoksisilin dari kadar 10 ug/rnl hingga 50 ug/ml, infusa daun saga dengan konsentrasi 60% setara dengan larutan amoksisilin 10,79 ug/ml, infusa daun saga dengan konsentrasi 80 % setara dengan larutan amoksisilin 11,43 uglminfusa daun saga dengan konsentrasi 100% setara dengan larutan amoksisilin 13,17 ug/ml. Kesetaraan daya anti bakteri dari infusa daun saga (Abrus precatorius Linn) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 65830 dibandingkan dengan larutan pembanding amoksisilin adalah infusa daun saga dengan konsentrasi 20% setara dengan larutan amoksisilin 12,78 ug/ml, infusa daun saga dengan konsntrasi 40% setara dengan larutan amoksisilin 15,91 ug/ml infusa daun saga dengan konsentrasi 60/% setara dengan larutan amoksisilin 23,14 ug/ml, infusa daun saga dengan konsentrasi 80% setara dengan larutan amoksisilin 28,47 ug/ml, infusa daun saga dengan konsentrasi 100% setara dengan larutan amoksisilin 37,69 ug/ml.