Abstract :
Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui perbedaan
aktivitas antijamur infusa daun dan bunga Pacar air berwarna
ungu-merah terhadap jamur Candida albicans penyebab keputihan dan interaksi antara dua macam bagian tanaman Pacar air tersebut dengan beberapa konsentrasi (60%, 70%, 80%, 90% dan 100%) serta kesetaraan infusa daun dan bunga Pacar air dengan pembanding ketokonazol.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode silinder
cup karena sederhana, cepat dan hasil yang diperoleh cukup
baik, serta sering digunakan pada laboratorium-laboratorium
penelitian. Digunakan pembanding ketokonazol, karena ketokonazol cukup efektif untuk mengobati keputihan.
Data pengukuran diameter daerah hambatan pertumbuhan
jamur Candida albicans (cm) yang terukur dari dua macam
bagian tanaman dan konsentrasi infusa dianalisa dengan metode analisis sidik ragam dua faktor, sedangkan analisis korelasi dan regresi untuk mencari kesetaraan infusa tersebut dengan pembanding ketokonazol.
Dari hasil percobaan ternyata ada perbedaan yang nyata
antara dua macam bagian tanaman tersebut sebagai antijamur
diamati dari diameter daerah hambatan pertumbuhan jamur
Candida albicans dan ada interaksi antara jenis bagian tanaman Pacar air dan macam konsentrasi dimana pada perlakuan kombinasi dua macam bagiantanaman Pacar air, bunga Pacar air berwarna ungu-merah pada konsentrasi 100% memberikan diameter daerah hambatan ysng tertinggi.
Hasil kesetaraan infusa bunga Pacar air berwarna ungu merah
dibandingkan dengan larutan pembanding ketokonazol adalah
sebagai berikut :
- Infusa bunga Pacar air 60% setara dengan larutan ketokonazol 4,8927 µg/ml.
- Infusa bunga Pacar air 70% setara dengan larutan ketokonazol 7,1865 µg/ml.
- Infusa bunga Pacar air 80% setara dengan larutan ketokonazol 9,6876 µg/ml.