Abstract :
Pengendalian terhadap perilaku anggota saat ini dianggap sebagai tonggak bagi badan usaha dalam mencapai tujuannya. Pengendalian terhadap perilaku anggota badan usaha bukanlah hal yang mudah, setiap manusia memiliki keinginan maupun ambisi yang berbeda dan mengakibatkan pemikiran anggota badan usaha terkadang tidak sejalan dengan tujuan badan usaha. Pemikiran yang tidak sejalan dengan tujuan badan usaha dapat mempengaruhi motivasi anggota badan usaha dalam menjalankan tugasnya.
Oleh karena itulah, diperlukan suatu sistem pengendalian yang mampu membantu badan usaha dalam mengatasi masalah pengendalian terhadap anggota organisasi, khususnya masalah motivasi anggota dalam menjalanakan tanggung jawabnya. Sistem pengendalian yang dapat dilakukan adalah sistem pengendalian manajemen. Sistem pengendalian manajemen dapat dibagi menjadi pengendalian hasil, pengendalian proses dan pengendalian budaya.
Salah satu bentuk pengendalian manajemen yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pengendalian di badan usaha adalah pengendalian budaya.
Pengendalian budaya dibentuk untuk menjadi suatu alat pengendalian bagi anggota badan usaha yang berfokus pada pengendalian terhadap diri masing masing anggota melalui adanya budaya organisasi. Pengendalian budaya juga dapat dilakukan dengan membentuk budaya kristiani di badan usaha. Hal tersebut dilakukan dengan mengandalkan kebenaran Firman Tuhan sebagai landasan dalam melakukan pengendalian, yaitu dengan mengkombinasikan pengendalian budaya dengan sistem pengendalian manajemen yang berperspektif Kristen. Berawal dari kondisi tersebut, maka studi ini mencoba untuk membahas bagaimana pengaruh pengendalian budaya dalam mengatasi masalah pengendalian di Kantor Konsultan Keuangan ?X?.