Abstract :
Tujuan: Untuk mendapatkan suatu produk deodoran yang berkualitas dari bahan
alami destilat daun beluntas ditinjau dari penurunan intensitas bau asam
isovalerat.
Metode: Metode Kromatografi Gas dan Sniff Test dalam penelitian ini digunakan
untuk menguji efektivitas minyak atsiri dan hidrosol dari destilat daun beluntas
sebagai deodoran terhadap penurunan intensitas bau asam isovalerat. Konsentrasi
minyak atsiri dan hidrosol dalam penelitian ini adalah 0%, 10%, 20%, 30%, dan
40%.
Hasil: Dari metode kromatografi gas terdapat hubungan antara peningkatan
konsentrasi larutan minyak atsiri dan larutan hidrosol dengan persen penurunan
konsentrasi asam isovalerat. Besarnya penurunan intensitas bau asam isovalerat
dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan 40% berturut-turut adalah 27,73%,
47,08%, 49,20%, dan 58,88% sedangkan untuk larutan hidrosol adalah 35,81%,
49,79%, 75,89%, dan 77,75%. Dari metode Sniff Test terdapat hubungan antara
peningkatan konsentrasi larutan minyak atsiri dan larutan hidrosol dengan persen
penurunan intensitas bau asam isovalerat. Besarnya penurunan intensitas bau
asam isovalerat untuk larutan minyak atsiri dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%,
dan 40% berturut-turut adalah 45,97%, 50,78%, 71,37%, dan 74,78% sedangkan
untuk larutan hidrosol adalah 39,21%, 57,90%, 67,07%, dan 72,97%
Kesimpulan: Larutan minyak atsiri dan larutan hidrosol mempunyai efek sebagai
deodoran. Semakin meningkat konsentrasi maka semakin meningkat pula
efektivitas deodoran ditinjau dari penurunan intensitas bau asam isovalerat