Abstract :
Semakin berkembangnya dunia pengobatan, telah banyak
dilakukan penelitian yang membuktikan bahwa laju pelarutan
bahan obat dan sediaan, bagi obat yang diabsorbsi secara
difusi pasif dapat mempengaruhi absorbsinya. Untuk obat
yang sukar larut dalam air, laju pelarutannya menjadi tahap
penentu dari bioavaibilitas obat tersebut.
Nifedipin merupakan obat angina pektoris dan antihipertensi
yang praktis tidak larut dalam air dan mempunyai
perbedaan tegangan yang besar dibandingkan dengan air.
Selain itu pada pemakaian oral bioavaibilitas nifedipin
rendah, sehingga kemungkinan dapat mengalami first pass
effect. Untuk itu maka sediaan diformulasikan dalam bentuk
supositoria rectal. Pada penelitian ini dilakukan usaha
untuk meningkatan laju pelarutan nifedipin dalam bentuk
supositoria. Sebagai pembawa digunakan campuran PEG 1000 ;
PEG 4000 (96 % : 4 %) dan surfaktan polyoxyethylene 50
stearate dibuat pada komposisi I % ; 2,5 % ; 5 % dengan
menggunakan metode peleburan dan pendinginan perlahan.
Hasil uji statistik dari data Efisiensi Disolusi laju
pelarutan nifedipin secara ANAVA pada derajat kemaknaan
? O,O1 diketahui bahwa nifedipin dalam bentuk supositoria
tidak menunjukkan peningkatan pada penambahan surfaktan
polyoxyethylene 5O stearate pada komposisi 1% ; 2,5% ; 5%. Hal ini disebabkan karena pada saat dilakukan uji disolusi
telah terlarutkan semua dengan adanya pembawa PEG 1000
: PEG 4000 ( 96% : 4%)