Abstract :
Sejak terjadinya krisis moneter di Indonesia beberapa tahun lalu semua
harga barang-barang naik, demikian pula dengan harga obat-obatan. Oleh karena
itu saat ini penggunaan obat tradisional lebih disukai selain harganya murah,
bahannya mudah didapat di pasar-pasar tradisional. Dalam penelitian ini
dilakukan uji kemampuan alat Tail-Flick yang telah dimodifikasi dalam mengukur
khasiat analgesik ekstrak air rimpang kaempferia pandurata Roxb. (temu kunci)
pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Tikus putih jantan (Rattus
norvegicus) dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberi
aquademineralisata, kelompok uji yang diberi ekstrak air rimpang kaempferia
pandurata Roxb. (temu kunci), dan kelompok pembanding yang diberi Petidin
HCI. Setelah tikus putih jantan (Rattus norvegicus) diberi perlakuan lalu
ditempatkan di alat Tail-Flick untuk diukur waktu penjentikkan ekornya bagi
masing-masing kelompok. Kemudian dilakukan perbandingan hasil prosentase
daya kenaikkan penjentikkan ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) pada
kelompok kontrol, uji dan pembanding. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan
dapat dikatakan bahwa alat Tail-Flick (modifikasi) yang dibuat dapat mengukur
khasiat analgesik ekstrak air rimpang kaempferia pandurata Roxb. (temu kunci)
yang dilakukan secara oral pada pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus).