Abstract :
Adanya krisis moneter serta musibah asap akibat kebakaran hutan yang terjadi di akhir tahun 1997 menyebabkan tingkat wisman yang datang sepanjang akhir tahun 1997 menurun. Hal ini juga berdampak pada tingkat hunian hotel berbintang yang ikut menurun antara 20%-5O%.Penurunan tingkat hunian ini menyebabkan rata-rata tarif cenderung turun sehingga
pihak manajemen hotel harus mulai memperhatikan anggaran yang akan ditetapkan pada masing-masing divisi dan peningkatan motivasi dari masing-masing manajer divisi didalam pencapaian target anggaran tersebut agar tetap dapat bersaing dan terjadinya kerugian dapat dihindari.
Suatu sistem evaluasi kinerja juga perlu dilakukan didalam
memotivasi kerja orang-orang yang terlibat dalam proses dan kegiatan badan usaha agar tercapai keselarasan tujuan antara individu dan tujuan badan usaha. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajer adalah anggaran karena salah satu fungsi dari anggaran
adalah sebagai dasar untuk mengevaluasi kinerja dari manajer dan dapat sebagai dasar dalam pengendalian manajemen. Penilaian kinerja diperoleh dengan membandingkan anggaran terhadap pencapaiannya yang akan menggambarkan kinerja manajer selama periode tersebut.Salah satu
perilaku yang timbul dari evaluasi kinerja tersebut adalah motivasi yang akan memberikan motivasi pada manajer untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam menjalankan dan mewujudkan anggaran tersebut.Anggaran sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi kerja dan partisipasi dari manajer untuk ikut terlibat didalam proses pembuatan anggaran akan memberi dampak positif bagi motivasi kerja manajer itu sendiri karena mereka akan mempunyai suatu kewajiban pribadi untuk dapat mencapai target tersebut.