Abstract :
Perkembangan ekonomi Indonesia saat ini telah mengalami
pertumbuhan yang pesat. Hal ini ditandai dengan tingkat pertumbuhan ekonomi diatas 7% pertahun. Dalam usahanya untuk mengembangkan usahanya, banyak badan usaha yang berusaha memperoleh pinjaman
berupa kredit dari luar negeri. Utang luar negeri dianggap lebih menguntungkan karena perbedaan tingkat bunganya dengan domestik yang cukup besar, padahal sebenarnya utang luar negeri termasuk dalam kategori high risk. Salah satu alternatif untuk menghindari risiko itu adalah dengan kontrak swap, dimana risiko perubahan kurs dialihkan kepihak lain dengan membayar sejurnlah premium pada pihak
lain tersebut. PT "X" dalam mengembangkan usahanya mengimport mesin, dimana pembayarannya dilakukan dengan utang dari bank di luar negeri. Badan usaha ini tidak melakukan tindakan pengamanan apapun untuk mencegah rugi selisih kurs sehingga menderita rugi akibat kenaikan jumlah utang yang hams dilunasi saat jatuh tempo. Untuk mencegah hal yang sama terulang lagi dimasa yang akan datang dicoba
diterapkan kontrak swap untuk kemudian dibandingkan dengan jika tidak melakukan kontrak swap. Dari hasil perbandingan terlihat bahwa rugi selisih kurs dapat ditekan....