DETAIL DOCUMENT
Studi Efektivitas Dua Macam Kombinasi Pengawet Terhadap Stahylococcus Aureus ATCC 6538 Dalam Sediaan Krim Pembersih
Total View This Week0
Institusion
Universitas Surabaya
Author
., Rosalina
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2014-04-15 01:56:27 
Abstract :
Dewasa ini, telah banyak dipasarkan berbagai bentuk sediaan kosmetik, dengan berbagai macam keistimewaannya telah ditawarkan kepada konsumen. Kestabilan pada sediaan kosmetik memegang peranan penting. Salah satu diantaranya adalah kestabilan mikobiologis. Salah satu cara untuk menjaga kestabilan mkrobiologis adalah penggunaan pengawet. Agar menghasilkan efek antimikoba yang maksimal dengan penggunaan pengawet, maka pengawet haruslah efektif.Dalam penelitian ini telah dilakukan uji efektivitas terhadap kombinasi(5-kloro-2-metil-(2H)-isotiasolon) (2-metil- 3 (2H)- isotiasolon); kombinasi metilparaben-propilparaben masing-masing pada konsentrasi 0,2% terhadap Staphylococcus aureus. Selain itu, melalui penelitian ini ingin pula dibandingkan junlah angka lempeng total dari kombinasi tersebut dengan kombinasi yang umum digunakan dan dianggap cukup ideal yaitu kombinasi metilparaben-propilparaben. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengujian efektivitas pengawet adalah uji efektivitas menurut FI IV. Prinsip metode ini adalah sediaan uji yang mengandung pengawet sebelumnya diberi sejumlah tertentu suspensi mikroba hingga jumlah mikroba dalam sediaan uji setelah diinokulasi adalah antara 105-106 koloni/nrl. Kemudian suspensi yang telah berisi mikroba tersebut ditanam dan diinkubasikan. Interval waktu pengujian dilakukan pada 0, 7,14, 21, 28 hari. Setelah masa inkubasi jumlah mikroba dihitung. Jumlah mikroba yang terhitung merupakan jumlah angka lempeng total mikroba tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kombinasi ((5-kloro-2-metil-3(2H)-isotiasolon) - (2-metil-3(2H)-isotiasolon) dalam sediaan krim pembersih efektif terhadap Staphylococcus aureus. Perbedaan jumlah angka lempeng total antara kombinasi (5-kloro-2-metil-3(2H)-isotiasolon) - (2-metil-3(2H)-isotiasolon) diketahui dari pengujian statistik menggunakan uji analisis varian ganda dua jalan (two way anava), dan ternyata bahwa F hitung > F tabel. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan bermakna dari jumlah angka lempeng total terhadap Staphylococcus aureus dalam sediaan krim pembersih antara kombinasi (5-kloro-2-metil-3(2H)-isotiasolon) - (2-metil-3(2H)-isotiasolon) dengan kombinasi metilparaben-propilparaben 
Institution Info

Universitas Surabaya