Institusion
Universitas Surabaya
Author
Kusumawahyuni, Ita Triandhini
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2014-04-15 02:33:38
Abstract :
Sediaan farmasi dapat mengalami perubahan atau peruraian kimia dan fisik yang disebabkan oleh mikroorganisme. Untuk mencegah dan menghambat kerusakan karma mikroorganisme maka penambahan pengawet sangat diperlukan. Salah satu produk kosmetika yang banyak di konsumsi oleh masyarakat adalah pembersih. Dalam komponen penyusun krim pembersih terdapat tipe emulsi o/w dan tipe w/o. Perbedaan komponen penyusun dan kandungan air atau rasio minyak-air dalam krim pembersih tipe emulsi o/w dm tipe w/o dapat menyebabkan aktivitas yang berbeda. Karena untuk memberikan aktivitasnya pengawet harus terlarut dalam media yang ada dan berada dalam fase air agar dapat bekerja dengan baik.
Dalam penelitian ini telah dilakukan pengujian efektivitas pengawet campuran 5-Kloro-2-Metil-3(2H)-Isotiasolon Dan 2-Metil 3-(2H)-Isotiasolon dengan konsentrasi 0,2% terhadap Staphylococcus aureus dengan metode "Angka Lempeng
Total". Besarnya efektifitas pengawet ditunjukkan dengan penuruan jumlah mikroba yang dapat diketahui melalui penghitungan jumlah angka lempeng total mikroba setiap interval waktu pengujian.
Dari hasil penelitian ternyata 5-Kloro-2-Metil-3(2H)-Isotiasolon Dan 2-Metil 3-(2H)-Isotiasolon 0,2% efektif terhadap Staphylococcus aureus didalam basis krim
o/w sediaan krim pembersih sesuai dengan persystatan efektivitas pengawet pada FI IV yaitu bakteri yang hidup tidak lebih dari O,l% dari kosentrasii awal setelah 14
hari dan konsentrasi dari setiap mikroorganisme tes tinggal dibawah nilai yang telah ditentukan setelah 28 hari