Abstract :
Salah satu khasiat buah Adas (Foeniculi Fructus) adalah sebagai pengatur
haid. Apabila dikonsumsi karena terlambat haid, padahal tanpa disadari
kemungkinan sudah terjadi konsepsi, maka dikhawatirkan akan terjadi aborsi atau
tidak gugur tetapi terjadi kelainan atau cacat pada anak yang dilahirkan.
Untuk mengetahui kemungkinan adanya efek teratogenik dari buah Adas
(Foeniculi Fructus), maka diadakan uji pendahuluan teratogenik pada tikus betina hamil dari galur Sprague-Dawley, yang terbagi dalam 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok dosis. Kelompok kontrol diberikan air suling sedangkan kelompok
dosis diberikan ekstrak air buah Adas (Foeniculi Fructus), dengan dosis 0,25 g/kg
BB, 0,5 g/kg BB dan 1 g/kg BB yang masing-masing diberikan dalam konsentrasi
3,125 %, 6,25 % dan 12,5 %. Pemberian dilakukan secara oral selama kehamilan
hari ke-6 sampai dengan hari ke-15. Pengamatan dilakukan dengan pembedahan pada kehamilan hari ke 20. Adapun parameter ujinya adalah keadaan luar fetus secara visual, jumlah fetus total (hidup dan mati), jumlah korpora lutea, dan jumlah titik-titik implant. Dari hasil penelitian, buah Adas (Foeniculi Fructus), tidak dapat dikatakan memberikan efek teratogenik pada morfologi luar tikus pada pengamatan secara visual. Secara statistik pun tidak didapatkan perbedaan yang nyata antara hewan uji pada kelompok kontrol dengan hewan uji yang diberi ekstrak air buah Adas (Foeniculi Fmctus)