Abstract :
Untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, pemerintah
melaksanakan program Keluaga Berencana untuk mewujudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera. Di antaranya dengan memanfaatkan obat tradisional yong dapat mencegah kehamilan. Aegle marmelos salah satu dari tanaman tradisional berdasarkan literatur dikatakan dapat
mencegah kehamilan. Dari penelitian Vivi (1995) telah terbukti bahwa infus daun Aegle marmelos kadar 20% menggunakan metode perhitungan jumlah foetus dapat berkhasiat sebagai antifertilitas. Uji ulang menggunakan
rebusan daun Aegle marmelos kadar 20% terbukti pula mempunyai efek anti fertilitas. Mengingat terdapat berbagai macam golongan senyawa yang terkandung di dalamnya, maka penulis tertarik untuk meneliti golongan senyawa apa yang mempunyai efek antifertilitas dan dilakukan fraksinasi berdasarkan kepolarannya. Dalam hal ini penulis
ingin membuktikan apakah fraksi n-heksan mempunyai efek sebagai antifertilitas karena mungkin senyawa-senyawa tersebut larut dalam n-heksan dengan menggunakan metode perhitungan jumlah foetus.
Pada penelitian ini digunakan hewan percobaan mencit
sebanyak 20 ekor yang dibagi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberi suspensi kontrol (Avicel PH-lOl, CMC Na dan air) dan kelompok uji diberi suspensi fraksi n-heksan dari rebusan daun Aegle marmelos kadar 20% yang diberikan secara peroral pada mencit dengan dosis 0,5 ml/30g BB selama enam hari sebelum perkawinan dan tiga hari
sesudah perkawinan. Pada hari ke-19 dari kehamilan dilakukan
laparatomi. Data yang diperoleh berupa jumlah foetus dari masing-masing induk mencit. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa rebusan pemberisn suspensi fraksi n-heksan dari rebusan daun Aegle marmelos kadar 2O% mempunyai efek sebagai antifertilitas berupa penurunan jumlah foetus dan dari hasil skrining fitokimia secara kromatografi
lapis tipis diketahui bahwa fraksi n-heksan mengandung senyawa minyak atsiri dan triterpenoid bebas.