Abstract :
Penelitian ini dilakukan terhadap efek infusa serbuk bunga sidawayah
(Woodfordia fruticosa (L.) Kurz.) sebagai bahan uji pada tikus putih betina akibat
induksi kapas steril yang telah dibasahi CMC-Na 1 % yang ditanamkan di
punggung hewan coba. Tanaman ini diduga memiliki khasiat sebagai obat
peradangan. Hewan coba yang digunakan yaitu 30 ekor tikus putih betina strain
Wistar umur 2-3 bulan dengan berat 150-180 gram dan dibagi dalam 3 kelompok,
yaitu kelompok kontrol, pembanding, dan uji. Kelompok kontrol (K) diberikan
larutan PGA 3% per oral. Kelompok pembanding (P) diberi suspensi indometasin
dosis 4,5 g/kg BB secara per oral dan kelompok uji (U) diberikan suspensi PGA infusa
serbuk bunga sidawayah dengan dosis 6 g/kg BB secara per oral. Tujuh
hari setelah perlakuan, semua tikus dikorbankan kemudian dilakukan pembedahan
untuk memperoleh bobot kapas granuloma.
Parameter uji yang digunakan adalah bobot granuloma. Dan efek anti
radang dari bunga sidawayah (Woodfordia fruticosa (L.) Kurz.) diukur
berdasarkan kemampuannya menghambat pembentukan granuloma. Selisih bobot
kapas yang mengandung granuloma kering dengan bobot kapas awal tanpa
granuloma pada tikus putih betina dicatat dan diolah dengan mengunakan Uji
ANAVA distribusi tunggal. Apabila terdapat perbedaan yang signifikan diantara
kelompok perlakuan, dilanjutkan dengan Uji LSD 5 %. Dari hasil penelitian
tersebut dapat disimpulkan bahwa infusa serbuk bunga sidawayah dapat
digunakan sebagai obat peradangan dengan pemberian secara per oral satu kali
sehari selama 7 x 24 jam.