Abstract :
Upaya pengobatan tradisional dengan menggunakantanaman obat
salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam menunjang
program pemerintah dibidang kesehatan. Kemampuan suatu jenis tanaman untuk mengobati suatu penyakit membuktikan bahwa dalam tanaman tersebut mengandung senyawa kimia. Salah satu senyawa kimia yang banyak terdapat pada tanaman berwarna adalah flavonoid.
Berdasarkan hasil skrining (Susilo, 1996) terbukti dari fraksi eter ekstrak etanol daun ketepeng cina (Cassia alata L.) yang dapat menghambat pertumbuhan jamur microsporum gypseum, terdeteksi adanya senyawa kimia golongan flavonoid, antrakuinon dan lakton. Tetapi jenis
flavonoidnya belum diketahui.
Pada fraksi eter ekstrak etanol daun ketepeng cina (Cassia alata L.) yang diperoleh dari proses soxhletasi dengan etanol 95% selanjutrya dilakukan pemisahan dengan komatografi kolom. Fraksi yang diperoleh dimurnikan dengan KLT preparatif didapat 3 pita. Pita I dilihat kemurniannya dengan KLT analisa ternyata terdapat 2 noda, selanjutnya
dimurnikan lagi dengan KLT preparatif lanjutan dengan 2 x eluasi didapat 2 pita yaitu dengan nama Flavonoid I dan Flavonoid II. Dari hasil identifikasi dapat diinterpretasikan bahwa Flavonoid I adalah flavon dengan
gugus 7-OH bebas dan Flavonoid II adalah flavon tanpa gugus OH bebas.