Abstract :
Stabilitas rifampisin dalam sediaan cair merupakan salah satu hal yang penting diperhatikan mengingat rifampisin sangat mudah terurai dengan adanya air. Pada suasana asam terurai menjadi 3 formil rifampisin sv dan suasana basa terurai menjadi rifampisin kuinon. Adanya formulasi dan proses pabrikasi yang kemungkinan tidak sama untuk tiap-tiap pabrik dan mengingat kestabilan rifampisin dalam
sediaan cair kecil maka dilakukan penelitian untuk mengamati stabilitas kimia suspensi rifampisin dari produk A dan produk B dalam hal laju peruraiannya yang diamati secara konvensional pada suhu kamar. Pengamatan stabilitas kimia suspensi rifampisin dilakukan dengan cara mengamati penurunan kadar, pH dan perubahan organoleptis dari
masing-masing produk dengan interval waktu : 2 minggu selama 3 bulan. Penetapan kadar rifampisin berdasarkan prosedur dari British Pharmacopoeia yaitu menggunakan spektrofotometer dengan pelarut dapar fosfat pH 7,4.
Dari hasil pengamatan kadar rifampisrin didapat harga tetapan laju peruraian rara-rata untuk produk A = 2.603I x l0-3 minggu dan produk B : 2,5252 x10-3 minggu-1. Harga waktu paro rata-rata untuk produk A = 266,2223 minggu dan produk B = 274,4672 minggu.
Dari hasil analisis statistik didapatkan perbedaan yang bermakna dari harga tetapan laju peruraian dan harga waktu paro suspensi rifampisin produk A dan produk B.
Dengan diketahuinya harga laju peruraian yang terkecil dan harga waktu paro yang terbesar maka suspensi rifanpisin produk B mempunyai stabilitas kimia yang lebih panjang dari produk A.