Abstract :
Pada saat ini baik di Indonesia maupun di negara-negara
lain, air sudah merupakan sumber daya yang kritis,
haik dalam kualitas maupun kuantitas. Hal ini dikarenakan
limbah domestik maupun limbah industri yang dibuang
begitu saja ke dalam badan perairan misalnya sungai.
Limbah industri yanq mengandung logam berat sangat berbahaya
dan beracun. Karena itu dicari usaha untuk mengurangi kadar logam berat dalam air.
Jerami padi mengandung selulosa, yang diduga mampu
menjerap logam berat dalam air. Namun dalam jerami padi
selulosa terikat kuat dengan lignin . Dengan penambahan
larutan NaOH 2% selulosa dapat dipisahkan dari lignin
sehingga didapatkan selulasa dalam keadaan bebas. Selulosa
yang dalam keadaan bebas ini mampu menjerap loqam berat dalam air. Logam berat yang digunakan adalah kadmium dan timbal, dikarenakan kedua logam herat ini beracun
dan berbahaya bagi manusia. Untuk menentukan kadar logam
tersebut digunakan spektrometer "Inductively Coupled
Plasma" (ICP).
Penelitian dilakukan dengan penambahan jerami padi
yang telah diolah denqan larutan NaQH 2% sebesar 1% b/v,
2% b/v, dan 3% b/v dengan waktu pendiaman 1, 2, 3, dan 4
jam . Dan hasil yang didapat adalah persen kadar logam Cd
yang terjerap secara optimal adalah 97,01 ± 0,62 dengan
penambahan jerami padi 2% b/v. sedangkan kadar logam Pb
yang terjerap secara optimal adalah 97.81 ± 0,21 dengan
penambahan jerami padi 2% b/v.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa jerami
padi yang telah diolah dengan larutan NaOH 2% dapat
menjerap logam Cd dan Pb dalam air dan waktu pendiaman
tidak berpengaruh terhadap penjerapan lagam Cd dan Pb
oleh jerami padi yang diolah dengan larutan Na.OH 2%.
Sehingga dapat diajukan saran sebagai berikut : perlu
dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan
bahan lain sabagai penjerap; perl dilakukan penelitian
lebih 1anjut dengan menggunakan air limbah dengan kandungan berbagai macam logam.