Abstract :
Dalam hidupnya manusia senantiasa membutuhkan suatu kekuatan moril
yang merupakan dorongan untuk mencapai kesajahteraan atau kebahagiaan, yaitu
doa. Dalam agama Buddha berdoa dilakukan dengan membacakan Paritta. Paritta
adalah ringkasan dari Sutta Pitaka yang berisi khotbah - khotbah tertentu yang
pernah dibabarkan oleh Sang Buddha yang berkaitan dengan keselamatan dan
perlindungan. Pembacaan Paritta itu sendiri akan bermanfaat apabila dibacakan
sesuai dengan tanda baca dan aturan yang ada. Karena terbatasnya sarana dan
prasarana maka banyak umat Buddha di Indonesia yang salah dalam membacakan
Paritta.
Permasalahan mengenai kesalahan pembacaan Paritta di Indonesia
disebabkan oleh beberapa hal. Pertama ialah karena cara pembacaan yang salah
telah terlanjur lama dipakai disetiap vihara di Indonesia, sehingga walaupun
terdapat beberapa pionir pembacaan Paritta yang benar di daerah - daerah tertentu
namun tidak bisa memberikan banyak perubahan. Kedua ialah karena kurangnya
akses pengetahuan umat Buddha dan simpatisan di Indonesia mengenai bahasa
Paritta. Masalah utama ialah karena kurangnya kesadaran dari umat Buddha dan
simpatisan dalam belajar membaca Paritta dengan benar. Bahasa Paritta memiliki
aturan mengenai tanda baca untuk setiap aksara, sehingga apabila tidak mengikuti
aturan tersebut maka kata yang diucapkan akan salah maknanya. Bahasa Pili tidak
mengenal nada baca seperti tinggi rendah suara, setiap kata dibunyikan
berdasarkan aturan fonetik seperti Guttural, Palatal, Dental dan sebagainya. Ada
aksara yang harus dibunyikan dengan panjang ataupun pendek, kemudian terdapat
beberapa aksara yang harus dibunyikan dengan pendek pada kasus tertentu.
Aturan tersebut umumnya tidak diketahui oleh umat Buddha di Indonesia
sehingga walaupun didalam buku Paritta telah disertai tanda baca, namun masih
saja terjadi kesalahan membaca.
Aplikasi multimedia interaktif yang dikembangkan bertujuan untuk
membantu umat Buddha dan simpatisan mempelajari pembacaan Paritta tanpa
perlu datang ke vihara. Setiap umat bisa belajar secara individu sehingga jadwal
belajar bisa diatur dengan fleksibel. Materi pembelajaran dipisah menjadi tiga
tingkatan, yaitu pembacaan secara perhuruf, perkata dan per bait. Setiap
tingkatan akan disertai dengan panduan membaca dalam bentuk audio sehingga
umat Buddha dan simpatisan bisa mengkoreksi kesalahan pembacaan mereka.
Aplikasi juga akan menyediakan fasilitas tambahan berupa evaluasi untuk setiap
tingkatan pembelajaran. Fasilitas lain yang ditambahkan ialah panduan meditasi
serta fasilitas pencarian arti kata yang termuat di dalam aplikasi.
Dengan dikembangkannya aplikasi multimedia interaktif ini, diharapkan
setiap umat Buddha dan simpatisan memiliki lebih banyak kesempatan dan
kemudahan didalam belajar membaca Paritta. Selain itu diharapkan aplikasi ini
juga bisa dijadikan panduan pengajar saat mengajarkan pembacaan Paritta dimasa depan.