Abstract :
Pada saat ini sulfonamida merupakan obat antimikroba yang banyak digunakan terutama karena harganya murah dan cukup poten terhadap beberapa bakteri. Salah satu efek samping turunan sulfonamida adalah kerusakan ginjal yang disebabkan karena pembentukan kristal yang sukar larut oleh metabolit
sulfonamida yang mengendap dalam tubulus ginjal, maka perlu mengetahui farmakokinetika sulfonamida dan metabolit asetilnya. Telah dilakukan penelitian tentang farmakokinetika sulfasomidin dan metabolit pada enam subyek pria normal. Setiap subyek diberi tablet sulfasomidin 500 mg. Analisis kadar obat dan metabolit dalam darah dilakukan
secara spektrofotometri sinar tampak menggunakan metoda Bratton-Marshall.
Parameter-parameter farmakokinetika yang didapat sebagai berikut :
kadar maksimum sulfasomidin dalam darah (Cp maks) rata-rata adalah 33,3 ± 5,2 µg/ml, waktu kadar sulfasomidin dalam darah mencapai puncak (t maks) rata-rata adalah 2,2 ± 0,4 jam, luas area di bawah kurva ( AUC o-12 ) rata-rata
adalah 196,6 ± 22,5 µg/ml jam, tetapan laju eliminasi sulfasomidin (K) rata-rata adalah 0,1004 + 7,96.10 3/jam, waktu paruh eliminasi sulfasomidin (t1/2) rata-rata adalah 6,94 ± 0,53 jam, kadar maksimum metabolit dalam darah(Cpm
maks) rata-rataa dalah 5,8 ± 0,8 µg/ml, tetapan laju eliminasi metabolit (km) rata- rata adalah 0,0121 ± 2,00.l0 -3/jam, waktu paruh eliminasi metabolit ( t 1/2 m ) rata - rata adalah 58,62 ± 11,34 jam, tetapan laju ekskresi
sulfasomidin (ke) rata- rata adalah 0,0791 ± 5,04.10-3/jam, tetapan laju metabolisme ( kh ) rata- rata adalah 0,0212 ± 4,30.10 -3/jam, fraksi obat (sulfasomidin) yang termetabolisme (fh) rata-rataa dalah 2l,06 ± 3,06%