Abstract :
Seiring dengan perkembangan dunia kefarmasian, lebih kurang
40% dari bentuk sediaan farmasi diberikan dalam bentuk tablet. Tablet pada umumnya terdiri dari bahan berkhasiat dan bahan pembantu seperti bahan pengisi, bahan pengikat, bahan penghancur dan bahan pelincir. Pemilihan dan kombinasi bahan pembantu memegang peranan penting untuk mendapatkan tablet yang memenuhi persyaratan. Dari bahan penghancur sendiri dapat memberikan waktu hancur tablet yang
berbeda jika jenis dan jumlah bahan penghancur yang digunakan berbeda. Tertarik dengan permasalahan tersebut maka dalam penelitian ini diamati sampai sejauh mana pengaruh penambahan Natrium-pati-glikolat sebagai bahan penghancur tablet dengan berbagai macam kadar terhadap karakteristik fisik granulat dan tablet serta disolusi
dari formula tablet parasetamol. Dalam ha1 ini digunakan Natriumpati-pati-glikolat sebagai bahan penghancur dengan kadar 0%, 2%, 4%, 6% dan 8%. Natriurn-pati-glikolat merupakan modifikasi dari amylum solani dalam bentuk "Sodium Starch Glycolat" yang bersifat tidak higroskopis, serta memiliki kemampuan mengembang yang nyata, sehingga dapat menghasilkan suatu kehancuran yang spontan dan
sempurna.
Dari hasil penelitian dan perhitungan secara ANAVA TUNGGAL
pada derajat kemaknaan (?) = 0,05 dapat ditarik kesimpulan bahwa formula C dengan kadar Natrium-pati-glikolat 4% yang digunakan sebagai bahan penghancur dapat memberikan karakteristik fisik dan fisikokimia tablet parasetamol yang lebih memenuhi persyaratan dibandingkan dengan formula A (tanpa Natrium-pati-glikolat), formula B (Natrium-pati-glikolat 2%), formula D (Natriurn-pati-glikolat 6%)
dan formula E (Natrium-pati-glikolat 8%) dalam ha1 pemeriksaan waktu hancur, kekerasan, kerapuhan, kerenyahan dan laju pelarutan.