Abstract :
Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis
sehingga banyak ditumbuhi tumbuh-tumbuhan berkhasiat
sebagai obat. Salah satunya adalah asam (Tamarindus Indica Linn). Dari pustaka diketahui bahwa daun asam (Tamarindus Indica Linn) mempunyai kandungan vitamin B, asam tartrat,
flavonoid C-glikosida jenis luteksin (Depkes RI, 1989 ).
Flavonoid yang terkandung dalam daun asam ( Tamarindus
lndica Linn ) diperkirakan mempunyai khasiat sebagai obat
encok, bisul dan sariawan. Oleh sebab itu, penulis ingin
mengisolasi flavonoid yang terdapat pada daun asam (
Tamarindus indica Linn).
Dalam penelitian ini, penulis mengisolasi flavonoid
dengan menggunakan serbuk daun kering ditambah pelarut
metanol-air ( 9 :1 ), kemudian diaduk selama 3 jam dan
selanjutnya dimaserasi semalam, disaring, terhadap residu
dilakukan perlakuan sama dengan menggunakan pelarut
metanol-air ( l:l ). Filtrat dikumpulkan dan dipekatkan hingga sepertiga volume awal atau sampai hampir semua metanol menguap, lalu selanjutnya diekstraksi dengan pelarut n-heksan beberapa kali sampai n-heksan tidak berwarna lalu fase air diekstraksi dengan pelarut eter sampai eter tidak berwarna, lalu fase airnya diekstraksi dengan pelarut etil asetat sampai etil asetat tidak berwarna. Masing-masing ekstrak dipekatkan lalu fraksi etil asetat dimurnikan dengan kromatografi lapis tipis preparatif menggunakan fase diam selulosa mikrokristalin
dengan fase gerak asam asetat 15%, didapatkan hasil dua
senyawa flavonoid yaitu TMl dan TM2. Senyawe TMI dan TM2 diidentifikasi dengan pereaksi warna Wilstatter, spektrofotometri ultra lembayung-tampak dengan teknik pergeseran panjang gelombang maksimum menunjukkan suatu flavon, kemudian diidentifikasi dengan spektrofotometri
infra merah. Dari hasil dan identifikasi senyawa TMI dan TM2 dapat disimpulkan senyawa tersebut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : Senyawa flavon dengan OH bebas pada C-5, C-7 dan c-4.